Showing posts with label inspiration. Show all posts
Showing posts with label inspiration. Show all posts

Friday, November 26, 2010

" ...should I go to the town then to the beach..."






time after time goes by.... and I never update my blog....
sorry,, my bad....


and this... the photos of my tour

***


***


***


***

and the beach...

***

***


***

just for letting the stress go away...

and here is the sunset

***


when you feel bored bout anything ... just put it away... disappear with the sunset...


Thursday, October 28, 2010



Hari ini 28 Oktober 2010,

82 tahun yang lalu para pemuda bersumpah,

untuk Indonesia yang lebik baik....

hanya dalam beberapa hari bencana datang bertubi-tubi, mulai dari banjir, gempa, tsunami, gunung meletus, dan bencana moral yang tak terlihat karena tak ada yang meliput...

I Pray For You Indonesia...

for a better Nation...

kemarin saudara kami Aditya -godit Ramadhan kecelakaan,

semoga cepat sembuh kawan...

hari ini orang-orang keuangan menyebar bunga di jalan,

semoga Indonesia menjadi lebih baik... 

Thursday, September 30, 2010

Bangsa Pemarah (sumber portaldjp)



30/09/2010

KEKERASAN, kebrutalan, dan kerusuhan adalah tanda paling nyata sebuah masyarakat telah kehilangan kesabaran dan akal sehat. Yang dipamerkan justru emosi dan senjata. Yang diagungkan adalah kehendak menang sendiri bahkan dengan cara membunuh.

Hal sepele saja bisa menyulut kebrutalan yang berakibat fatal dan menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. Itulah yang sedang kita saksikan hari-hari ini di seantero negeri. Kerusuhan di Tarakan, Kalimantan Timur, merenggut tiga nyawa serta melukai puluhan lainnya. Ribuan perempuan dan anak-anak menjadi pengungsi dan mencari tempat berlindung di kantor polisi atau markas tentara serta tempat-tempat ibadah.

Tak hanya di Tarakan. Di Jakarta, dua kubu preman berseteru saling menyerang di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tiga nyawa melayang sia-sia. Mereka seolah tak peduli imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang prihatin atas berbagai kerusuhan di Tanah Air.

Kini bangsa ini menjadi bangsa pemarah. Kita kehilangan kemampuan bertoleransi. Kohesitas di antara beragam etnik kian renggang dan malah bersalin dengan semangat saling membantai, saling membunuh.

Tragedi Tarakan yang berlangsung sejak Minggu (26/9) hingga kemarin adalah bukti kegagalan negara mengantisipasi. Padahal bukan baru sekali ini peristiwa bentrokan antaretnik muncul. Kita memiliki banyak pengalaman konflik antaretnik, tetapi kita tidak belajar dari pengalaman itu.

Ada kasus kerusuhan antaretnik di Sampit, Kalimantan Tengah, beberapa tahun silam yang banyak menelan korban jiwa. Juga ada kasus Poso (Sulawesi Tengah), Ambon, Abepura (Papua), dan sejumlah tempat lain. Semuanya menebarkan maut dan amis darah.

Semua itu menyebabkan masyarakat setempat hidup dalam trauma, saling curiga dan tidak percaya sesama anak bangsa. Dan sekarang hal yang memprihatinkan itu terjadi di Tarakan.
Ada banyak faktor yang menyulut pecahnya konflik itu. Sebagian penyebabnya adalah rebutan penguasaan sumber daya ekonomi.

Para pendatang menguasai sumber daya ekonomi tertentu dan menyingkirkan sumber daya ekonomi masyarakat lokal. Hal itu menimbulkan iritasi sosial kemudian meledak menjadi kerusuhan.
Bentrokan mestinya dapat dicegah jika aparat negara sigap membaca fenomena dan tangkas melakukan antisipasi. Bentrokan antarkubu preman di Jakarta Selatan kemarin, misalnya, tanda-tandanya telah terjadi pekan lalu. Tetapi aparat lalai, alpa, atau tidak peduli. Setelah korban berjatuhan, barulah polisi datang.

Pemerintah tidak boleh mendiamkan dan hanya sibuk memoles citra. Aparat negara tidak boleh menyepelekan kemudian lalai mengantisipasi. Harus ada ketegasan. Kerusuhan tidak bisa diselesaikan dengan pidato.

Kita gemas melihat preman lebih berkuasa daripada aparat negara. Mereka leluasa menenteng samurai, parang, dan kelewang di jalan-jalan di tengah kota, mencari musuh, tanpa dilucuti polisi. Mereka bahkan memiliki senjata api dan melepaskan tembakan. Saling membunuh dan tidak bersikap toleran adalah budaya paling primitif dari sebuah peradaban. Ternyata bangsa ini belum juga beranjak dari situ.

MediaIndonesia
Kemarin Tarakan, Sekarang Jakarta

KITA prihatin dengan bentrokan yang terjadi di Tarakan, Kalimantan Timur, yang menyebabkan beberapa orang tewas. Belum lagi persoalan itu bisa diselesaikan, kita melihat perkelahian antarkelompok terjadi di Jakarta.

Ada apa dengan bangsa kita ini? Mengapa tiba-tiba menjadi bangsa yang mudah marah? Ketika sudah marah kemudian bisa gelap mata untuk melakukan tindak kekerasan yang tidak pernah kita bayangkan.

Cerita seperti ini sebelumnya hanya kita tahu terjadi di Afrika. Oleh karena masih menjadi suku-suku, mereka belum mengenal yang namanya peradaban. Konflik komunal hanya terjadi pada masyarakat yang terbelakang peradabannya.

Kita tentunya bukan merupakan kelompok masyarakat terbelakang seperti itu. Kita sudah menjadi masyarakat dunia. Kita bahkan menjadi salah satu dari 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Di era terbuka seperti sekarang, adanya konflik komunal yang merengut banyak orang dengan mudah menjadi pembicaraan masyarakat dunia. Ketika itu terjadi tentunya sebuah aib besar bagi kita sebagai bangsa.

Keadaan seperti ini tentunya tidak bisa kita biarkan. Kita harus mencegah jangan sampai konflik komunal baik yang terjadi di Tarakan maupun Jakarta kemudian bereskalasi.

Tentunya yang lebih penting lagi kita lakukan adalah mengungkap akar persoalannya. Kita harus bisa mencari jawaban mengapa konflik komunal bisa merebak lagi di tengah masyarakat.

Semangat yang harus kita pakai bukanlah untuk menyalahkan. Kita perlu tahu akar persoalannya agar kita bisa menemukan obat paling mujarab untuk mengobati penyakit sosial yang menakutkan ini.

Terus terang konflik massal seperti yang terjadi di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, menakutkan masyarakat. Apalagi, mereka saling menyerang dengan membawa alat tajam. Mereka bukan hanya membawa golok ataupun parang, tetapi senjata yang lebih mematikan.

Sekali lagi kita perlu mencari tahu, apa yang menjadi penyebab terjadinya konflik massal. Kita perlu mengantisipasi kemungkinan semakin terbatasnya ruang ekonomi di tengah masyarakat.

Yang terakhir ini sangat mudah memancing ketegangan, karena ekonomi berkaitan dengan urusan perut, urusan hidup. Banyak di antara warga masyarakat yang semakin termarginalkan dan terbatas aksesnya terhadap sumber-sumber ekonomi.

Terutama pemerintah tugas utamanya adalah membela kepentingan masyarakat yang semakin terpinggirkan itu. Tugas utama dari pemerintah daerah menjamin bahwa tidak ada anggota masyarakatnya yang merasa tertinggal dan tidak ikut dalam arus besar pembangunan.

Mengapa kita terutama tekankan peran dari pemerintah daerah? Karena merekalah yang berada di depan dan seharusnya mengetahui apa yang terjadi dengan rakyatnya. Ketika ada penumpukan sumber ekonomi atau ada sebagian masyarakat yang tidak memunyai akses terhadap sumber ekonomi, tugas pemerintah daerahlah untuk memerbaikinya.

Kita sangat menyesalkan bahwa banyak kepala daerah yang tidak menjalankan tugas itu. Mereka tidak turun langsung kemasyarakatnya untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi dengan kehidupan di tingkat bawah.

Kecemburuan ekonomi merupakan pintu masuk bagi terjadi benturan di tingkat masyarakat. Ketika ada pihak-pihak yang pandai memanfaatkan kesempatan, maka dengan mudah akan terjadi gesekan di antara masyarakat.

Inilah yang harus membuat kita semakin waspada. Terutama para pemimpin harus dekat dan mendengar suara masyarakatnya. Tugas utama dari para pemimpin adalah menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat.

Metrotv


Copyright © 2008. Direktorat Jenderal Pajak

Tuesday, August 10, 2010

Are You Ready for Ramadhan... ?




Ramadhan di depan mata...
sampaikanlan umurku ya Rob.

teman-teman.. insyaAllah besok hari pertama puasa. saatnya menata hati. saatnya meneguhkan niat.


saat ini adalah momentum bagi kita umat Muslim, untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, mencari ridho sang Maha Pencipta kita. Sudah siapkah kita...?!

temen-temen....
Maafin saya yah kalo pernah buat salah atau pernah melakukan kekhilafan, atau penuh kekurangan di sana-sini. Afwan yah... :)







Ya Allah bukakan lah pintu maaf kepada orang2 yang pernah aku lakukan kesalahan padanya.
Dan ampunilah hambamu ini ya Allah... :)

Marhaban ya Ramadhan

untuk merefresh otak kita mari kita sama-sama belajar, mencari ilmu demi memantapkan niat kita dalam melaksana kan bulan yan penuh rahmat ini....


***********

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS 2:183)

***********

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikanyang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Kecuali amalan puasa.Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.’” (HR. Muslim no. 1151)

***********

Ayat dan hadis tersebut adalah sebagian ilmu tentang Ramadhan yang akan kita hadapi esok, so... siap-siap yuk... :)

oiya... keutamaan bulan Ramadhan adalah diwajibkannya berpuasa bagi orang-orang yang beriman, membuat suasana di sekeliling kita menjadi kondusif untuk melakukan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya yang insyaAllah diterima Allah swt. ... Amin... Diturunkannya rahmat, magfiroh, serta pembebasan dari api neraka dalam tiap satu pertiga interval dalam bulan tersebut. Kesempatan emas bagi kita untuk mendapatkan itu semua.




Keutamaan lainnya adalah bulan ini adalah bulan ketika diturunkannya Al-Quran, sehingga membaca, mendengar, dan memahami Al-Quran harus kita masukan dalam list hobi kita, bila kita ingin mendapatkan ridhoNya. Di bulan ini juga disunatkan melakukan sholat malam yang dalam bahasan Umar bin Khatab ra. adalah Tarawih.


Dan yang paling dahsyat menurut saya mahluk yan penuh dosa ini, adalah adanya malam Lailatul Qadar. Malam dimana ibadah seorang hamba sama dengan pahala 1000 bulan atau 83 tahun 4 bulan, yang berarti melebihi umur rata-rata manusia zaman nabi Muhammad saw. yaitu kita umatnya.

InsyaAllah.


dan jangan khawatir, pintu-pintu surga akan dibuka selebar-lebarnya dan setan-setan pun diikat serta tertutupnya pintu neraka. tapi walau bagaimanapun, kita harus mengendalikan diri kita sendiri karena itu bukan jaminan seseorang tidak melakukan perbuatan dosa.


semoga kita semua siap... :D



Friday, July 30, 2010

5 cm.

Waduh dah lama banget ya saya ga update blog ini,

Gini deh blog, saya mau jadiin kamu tumpahan emosi saya, tempat share aja, trus buat bagi-bagi pengalaman dengan yang lain, biar kesannya ga kaku kaku amat. J

Saya mau cerita, minggu lalu, tepatnya hari jumat sore, sehabis menempelkan fingerprint di mesin yang bunyinya…tiiit..tiit, trus ada tulisan “Welcome Zaenudin Lukman” . artinya absen sore beres sekaligus mengakhiri jam kerja kami waktu itu.

Rencana yang dibuat sebelumnya adalah, pergi ke ujung selatan Pulau Sumatra, pulau yang sekarang saya tempati sebagai orang rantau untuk mendapatkan sesuap nasi, segenggam bahagia, dan seberkas sinar harapan untuk melihat orang-orang yang kita saynag tersenyum dan membatin “ saya bangga padamu”.

Lampung ya lampung, kami pergi ke lampung untuk menhadiri pernikahan saudara kami, teman bermain, teman bekerja, teman seperjuangn (hehe… ka maaf, kesannya kita seangkatan jadinya…hehe)

Tapi yang ingin saya ceritakan bukan pengalaman itu, cerita itu akan saya ceritakan di postingan selanjutnya.

Ketika saya pulang kembali ke tempat kami bekerja, saya iseng-iseng membeli sebuah buku, novel tepatnya, udah lama ngga baca buku, pikir saya waktu itu. Ya sudah akhirnya buku “ 5 cm” saya beli karena cover buku itu berwana hitam, novel inspirasi (seneng banget ni gw sama yang ini), trus ada tulisan best seller nya, berarti ada kemungkinan saya ga akan salah memilih buku, karena sebagian besar orang percaya bahwa buku ini bagus, karena itu mereka membelinya sekian banyak hingga tulisan best seller itu terpampang di cover depan novel tersebut.

Udah ah ga usah banya cingcong lagi, saya akan mengutip dua halaman yang menurut saya inti dari novel inspirasi ini.

Here we go….. !

**********************************************************************

“Taruh di sini…,” Dinda ikut meletakan telunjuk di depan keningnya.

Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun, “Betul! Begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya…

“Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening.

Biarkan…

Dia…

Menggantung…

Mengambang…

5 centimeter…

Di depan kening kamu….”

“ Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, dan keyakinan diri….”

“…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu… Cuma…”

“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih bayak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”

“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”

“ Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya….”

“Serta mulut yang akan selalu berdoa….”

“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan Cuma seonggok daging yang punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan megejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun…. Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”

“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu.”

(Ranu Kumbolo, surga di bawah Mahameru yang dilukisakan dalam novel)

**********************************************************************

Gitu deh….

Udah-udah…. Ga usah serius gitu ah mukanya…. Dalem banget emang kata-katanya…

Tapi emang, kena banget nih kata-kata kalo situasinya lagi pas banget.

Tapi menurut saya daya tariknya bukan disitu aja.

Bagaimana mereka berteman, melawan emosi, dan mengambil pelajaran dari semua kekonyolan yang mereka buat sendiri yang membuat novel ini menarik untuk di baca.

Hope you got the point….!

Udah dulu ah, waktunya berangkat ke kantor nih, hari jum’at, senam olah raga, lalu bekerja seperti biasa…. J (eh lebih dari biasanya dink… hehe)



Friday, March 26, 2010

yang ini yang bermanfaat...

http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/26/damn-uang-gua-dimakan-ditilep-orang-pajak/

Thursday, March 25, 2010

n_n

Kata Bijak Hari Ini.

Percaya diri bukanlah untuk diri sendiri, tapi itu untuk semua

orang yang telah membuat dirimu hidup dan berwarna .

(Jaye Miller)

kecoa

***************************************************************
Tahukah Anda !.

Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari tanpa

kepala, sebelum mati karena kelaparan.
***************************************************************

Empat Isteri

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri.Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat banggadengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.

Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."

ISTERI KE-4: NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati". Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR
Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi.


Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.



Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.

Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.

Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.

Seberapa pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.



Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.

Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.

Sunday, March 21, 2010

Gaji Ayah Berapa? [Nice Story]

Seperti biasa Ghana, Kepala Cabang Sebuah perusahaan swasta terkemuka diJakarta, tiba dirumahnya pada pukul 9 malam. tidak seperti biasanya, Annisa, putri pertamanya yang baru duduk dikelas 3 SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama “kok, belum tidur?” sapa Ghana sambil mencium anaknya. biasanya Annisa memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika akan berangkat kantor pagi hari. sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Annisa berucap”aku nunggu Ayah pulang, sebab Annisa mo nanya..berapa sih gaji ayah?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Ayah? mau minta uang lagi, ya?” “ah..enggak pengen tau aja” ucap Annisa singkat. “OK..kamu boleh hitung sendiri, setiap hari ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.40.000,- setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu minggu libur, kadang Sabtu Ayah masih lembur. jadi Ayah dalam 1 bulan berapa hayooo?” Annisa berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. ketika Ghana beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Annisa berlari mengikutinya. “kalo satu hari Ayah dibayar Rp.400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp.40.000,- dong” katanya. “wah, pinter kamu. sudah sekarang cuci kaki, terus bobo’ ya” perintah Ghana
Tetapi Annisa tidak beranjak, sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, annisa kembali bertanya, ” Ayah, aku boleh pinjem uang Rp.5000,- enggak?” “sudah, nggak usah macam-macam lagi, buat apa minta uang malam-malam begini? ayah capek, dan mau mandi dulu, tidurlah”. “tapi Ayah…” Kesabaran Ghana pun habis. ” Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Annisa. anak kecil itupun berbalik menuju kamarnya. usai mandi, Ghan nampak menyesali hardiknya. ia pun menengok Annisa dikamar tidurnya. anak kesayangannya itu belum tidur. annisa didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Ghana berkata, “maafkan Ayah, Nak, Ayang sayang sekali sama Annisa. tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? kalau mau beli mainan, besok kan bisa. jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun papa kasih” jawab Ghana

“Ayah, aku enggak minta uang. aku hanya pinjam. nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”. “iya, tapi buat apa? tanya Ghana lembut.

“aku menunggu Ayah dari jam 8. aku mau ajak Ayah main ular tangga. tiga puluh menit aja. mama bilang kalo waktu ayah itu berharga. jadi, aku mau ganti waktu ayah, aku buka tabunganku, hanya Rp.15.000,- tapi karena Ayah bilang satu jam dibayar Rp.40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.20.000,- tapi duit tabunganku kurang Rp.5000,- makanya aku mau pinjam dari ayah” kata polos Annisa

Ghana pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. dia baru menyadari ternyata limpahan harta yangdia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.

Tunaikan hak sesuai tempatnya. paling tidak hak Tuhan kita, hak fisik kita hak sesama manusia (kiriman email kawan)

Thursday, June 18, 2009

Lima Bola Kehidupan

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar keudara. Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini
seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi empat bola lainnya yaitu Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya

Bagaimana caranya?

Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-
masing diri kita special.


Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti Jangan biarkan hidup kita terpuruk di 'masa lampau' atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.

Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan.Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.



Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna.Ketidaksempurnaan
inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.


Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.


Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata "tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya 'sayap'. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.

Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani. Dan akhirnya : MASA LALU adalah SEJARAH , MASA DEPAN merupakan MISTERI dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah kenapa dalam bahasa Inggris SAAT INI disebut "The Present".

Free your heart from hatred

Free your mind from worries.

Live simply.

Give more.

Expect less.

n_n

Kalung Anisa


Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia Lima tahun. Pada suatu sore,
Anisa menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket. Ketika sedang menunggu giliran
membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan,
tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik.
Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. Tapi... Dia tahu,
pasti Ibunya akan berkeberatan. Seperti biasanya, sebelum berangkat ke supermarket dia
sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.
Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki ber-renda yang cantik.
Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya.
"Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... "
Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp
15,000.
Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas. Sebenarnya dia
bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidak konsisten...
"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki Kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih tadi.
Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu, Ibu akan potong uang tabunganmu
untuk minggu depan. Setuju ?"
Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.
"Terimakasih..., Ibu"
Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu
membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah
lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur.
Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah,
kalung itu akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...
Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu
malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita,
Ayah bertanya "Anisa..., Anisa sayang Enggak sama Ayah ?"
"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah !"
"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...
"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu
kesayanganku juga "Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar
Anisa.
Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi,
"Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?"
"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah?".
"Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."
"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.."Kata Anisa seraya
menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.
Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk di atas
tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua
tangannya tergenggam di atas pangkuan. air mata membasahi pipinya..."Ada apa Anisa, kenapa
Anisa ?" Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangannya.
Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya" Kalau Ayah mau...ambillah kalung
Anisa"
Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan mungil Anisa. Kalung itu
dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk
kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa..."Anisa... ini
untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya, tapi kalung ini tidak akan membuat
lehermu menjadi hijau"
Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara
imitasi Anisa.
Demikian pula halnya dengan Allah S.W.T. terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena
Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita
seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa : Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat
berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila harus kehilangan. Untuk itulah perlunya sikap
ikhlas, karena kita yakin tidak akan Allah mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan
menggantinya dengan yang lebih baik.
Sumber : Daarut tauhiid