Sunday, December 11, 2011
25. Speak Up ! Because opinion matter ...
Dua puluh lima tahun sudah, sejak nafas ini berhembus, sejak ibundaku melahirkanku ke dunia ini. Dalam diri aku berkata, "sudah pantas kah kedewasaan ini sampai padaku? apakah kebaikanku lebih banyak daripada dosa-dosaku ?"
Harusnya aku mengevaluasi itu semua, memperbaikinya, menuju ke arah yang lebih baik.
Alhamdulillah, syukurku kuucapkan bagi Sang Penciptaku, Sang Maha Pemurah yang memberiku dan keluargaku rezeki selama ini. Karena tanpa rezeki dan rahmatnya, belum tentu aku berada di keadaanku yang sekarang ini. Masih dapat meluruskan tulang punggungku pada tempat tidur yang empuk, menatap dalam sinar cahaya lampu, kehangatan suhu kamar yang melindungiku dari dinginnya udara malam. Aku lebih berbahagia dibandingkan dengan saudara yang berada di luar sana, alhamdulillah ya Allah.
Ucapan sayang dan kasih aku sampaikan melalui doa kepada kedua orang tuaku yang dengan segala usahanya membesarkanku dengan kesabaran, membiayaiku dengan membanting tulang, dan mendoakanku dalam setiap sholatnya, terima kasih buat mamah dan papah.
Di hari yang aku anggap sebagai momentum ini, aku hanya berharap aku dapat meng-upgrade diri ku ke arah yang lebih baik. Aku sangat terkesan dengan kata-kata yang diangkat oleh ESPN akhir-akhir ini, Speak Up ! Because opinion matter... Keengganan mengungakapkan pendapat kadang selalu saja ada dalam diriku, menghasilkan sikap acuh, padahal berbagai kalimat berputar dalam angan, menanggapi suatu hal. Tapi, bukankah itu yang seharusnya, berpikir dahulu sebelum berkata atau bertindak, dan bagaimana dengan ungkapan "silence is gold" , pasti ada makna dari itu semua, aku hanya berharap diriku mampu dan lebih berani mengungkapkan pendapat. InsyaAllah.
Berbagai rencana telah tersuaun mulai dari plan A sampai plan B yang disiapkan bilan plan A gagal. Aku berharap plan A berjalan lancar, tetapi walaupun akhirnya nanti yang terjadi adalah kegagalan, semoga aku diberikan kesabaran, dan itu menjadi yang terbaik untuk ku dan orang-orang yang ada di dekatku.
Usaha kita, keyakinan kita akan hal yang benar, belum tentu sesuai dengan kehendakNya, ya Allah engkaulah Sang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Semoga Semuanya berjalan lancar ya Allah. Aamiin
Saturday, December 10, 2011
THE TWO IMPORTANT SIGNS
The creation of the Sun and Moon is one of thegreatest signs
given to humans by Allah subhanahu wa ta'ala of His existence. No doubt the
absence of both these created blessings would create havoc in any living being's
life.
Allah subhanahu wa ta'ala also shows us His great power and
control over the universe by the solar eclipse and the lunar eclipse happening
every few months. These major events, when the unusual happens in the well
balanced system of the universe, demand more from us than merepublicizing on
media or thousands of people coming out to witness it.
The eclipse of the sun or moon is one of the signs of the
Day of Judgment and the fact that it occurs every few months requires our
serious attention. Few might know that the solar or the lunar eclipses are
actually great reminders and alarms given to us by the Lord of the worlds, to check
ourselves, to repent and return to Him with a humble heart.
In the Quran, Allah Ta'ala says:
"He (man) asks, ' When is the Day of Resurrection?' So
when the vision is dazzled. And the moon darkens. And the sun and moon are
joined." (75:6-9)
"…when the sun will be wound round and will lose its
light and be overthrown and the stars will fall." (Surah at-Takweer 81:1)
This is why Muslims should be alarmed by eclipses.
The Prophet (sallallahu alayhi wasallam) used to fear Allaah
very much, and one day he came out in an agitated state, thinking that the Hour
had begun, when the sun was eclipsed during his lifetime… This is indicative of
the great extent to which he kept the Hour in mind and feared it, even though
Allah had forgiven all his sins and promised him paradise.
We, on the other hand, have become negligent and most of us
no longer think of eclipses as anything other than a natural phenomenon which
we go out to watch with special glasses, carrying cameras. We limit themselves
to the worldly scientific explanation without understanding the reminder of the
Hereafter which it brings. This is one of the signs of hard-heartedness and a
lack of concern about the matters of the Hereafter. It reflects a lack of fear
of the onset of the Day of Judgment, and ignorance of the aims of sharee’ah and
the reports that the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) used
to feel fear when these eclipses happened. The Sahaabah (may Allaah be pleased
with them) used to stand to pray the eclipse prayer, because they believed that
if indeed the Hour had come, they would not then be counted negligent of their
prayer, and if this eclipse was nothing to do with the Hour, then they would
not lose anything by praying, for they would have earned a great reward!!!
In the early Islamic period, the solar eclipse (kusoof As
Shams) happened just once in the life-time of our beloved Prophet Muhammad.
(sallallahu alayhi wassallam)
It was narrated by Al Mughira bin Shuba that,
The Solar eclipse occurred on the day when the prophet's son
Ibrahim passed away. When he (sallallahu alayhi wassallam) saw the sun turn
dark.., he was terrified and thought the Hour had come.(Bukhari)
Narrated Abu Bakr (may Allah have mercy on him)
The solar eclipse occurred while we were sitting with the
Prophet (sallalahu alayhi wassallam). He got up dragging his garment (on the
ground) hurriedly, till he reached the mosque. There, he offered a two-Rak'ah
prayer until the eclipse was over and said, "The sun and the moon are two
signs among the signs of Allah, so if you see a thing like this (eclipse) then
offer the prayer and invoke Allah until He removes that state."
Al-Bukhari and Muslim record from'Aishah that the Messenger
of Allah (sallalahu alayhi wassallam) said:
"The sun and the moon are two signs from among Allah's
signs and there is no eclipse due to the life or death of anyone. If you see
that [an eclipse] [lunar or solar] supplicate to Allah, extol His greatness,
give charity and pray."
They also record from Abu Musa that there was a solar
eclipse and the Prophet (sallalahu alayhi wassallam) said:
"If you see something of this nature, rush to the
remembrance of Allah, supplicating Him and asking His forgiveness."
Salaat Al Kusoof
Narrated Aisha (may Allah have mercy on her) On the day of a
solar eclipse, Allah's Messenger (sallalahu alayhi wassallam) rushed to offer
the eclipse prayer. He called out: ""Salat-ul-jami'ah ""
and started the prayer,
* he recited Surah al Fatiha and then Surah al Baqarah till
the end,
* then he bowed down for Ruku',
* and then he raised his head saying.
"Sami'Allah-u-liman hamida"
"Allah hears him who sends his praises to Him."
* Then he again recited Surah Fatiha and began reciting
surah al Imran,
* then bowed down for a second ruku', raised himself and
recited,
"Sami'Allah-u-liman hamida"
"Allah hears him who sends his praises to Him."
* Then he performed two long sujood
* and then performed the second Rakah in the same way as he
had done the first.
By the time he had finished his prayer with Taslim, the
solar eclipse had been over!
Then he addressed the people referring to the solar and
lunar eclipses saying,
"These are two
signs amongst the Signs of Allah, and they do not eclipse because of anyone's
death or life. So, if you see them, hasten for the Prayer." (Al Bukhari)
According to these hadeeths this prayer consists of two
rakahs, four qiyams, four rukus and four sujood.
It is not compulsory to recite Surah al Baqarah or Surah Al
Imran in this prayer. We can recite any surah that we wish. According to
various scholars this prayer is wajib on Muslims.
It is preferred to make Dhikr, duas, to give charity, make
serious repentance, try to mend our ways and ask Allah to guide us and our
families and also to save us all from the punishment of the grave as the
darkness in the grave would be more than the darkness of the day of solar
eclipse.
May Allah forgive us, bless us with the knowledge of His
religion and make us practising Muslims.
And all praise belongs to Allah, Who guided us to this
precious information. May the best of peace and blessings of Allah be on
Muhammad, his family, his companions and all those who follow them in
righteousness.
Fi Amanillah,
Mariam Anwer
http://blog.iloveallaah.com
Sunday, August 7, 2011
Wednesday, June 22, 2011
Tuesday, February 15, 2011
- worried -
Maaf... membuatmu khawatir
ku tahu engkau hanya peduli
Kayuhan sepedaku
Ayunan raketku
dan tendangan itu
hanya karena ku bahagia
Sehat, segar dan bersemangat
awalnya itulah tujuannya
tapi kadang terlalu berlebih
aku sadar itu
ku tahu engkau hanya peduli
apalagi angin pun berkata sama
efek negatif yang datang itu
semoga tidak terjadi padaku
Bukan dirimu yang tak bijak
bukan salahmu tak bisa mengingatkanku
itu semua karena aku
yang keras kepala ini
Aku juga menyadarinya
aku tak akan memaksakannya
bila sudah melampaui batas
aku akan berhenti
Tapi percayalah
Semua ada masa nya
Bila saat itu harus datang
maka datanglah
Dan bila masih panjang waktuku
doakan aku kuat melaluinya
memanfaatkannya
memenuhi dengan cinta-Nya
Wednesday, February 9, 2011
Lagu Orang Rantau
hai teman.....
tiap kali ingin mulai menulis di sini, seperti bingung sendiri, merasa bersalah karena tidak sesering blogger lain yang update.
akhirnya kata-kata yang keluar adalah,
lama ya ngga nge-blog... atau... maaf baru sempet nulis di blog ini ... dan kata-kata permintaan maaf lain... :D
tapi tak apalah.
ini adalah postingan pertama di tahun yang baru ini, sudah lama, terlalu lama bahkan, dan sudah banyak perubahan yang terjadi si sekitar kita, mulai dari suasana kantor baru, suasana hati baru, hingga suasana negara baru yang terus berubah.
Januari lalu aku sempat cuti dan menghabiskan waktu di rumah, bertemu keluarga dan seseorang yang berharga buat hidupku.
Membeli 2 buku baru yang seharusnya aku baca, Dwilogi Padang Bulan - nya Andrea Hirata dan Quantum Ikhlas - nya Erbe Sentanu. Seharunya buku pertama berfungsi meningkatkan minat bacaku dan menghibur hati yang kadang lelah dengan pekerjaan, dan buku kedua fungsinya sebagai self improvement , membangun diri, menjadi seseorang yang lebih baik.
Tapi mungkin keinginan itu belum terlaksana sampai sekarang, buku pertama baru kulitnya kumakan, buku kedua baru komentar-komentar di sampul buku, dan mendengarkan CD audio yang termasuk di dalamnya.
yup... mungkin setelah menuliskan itu semua di sini, akan terjadi perubahan, hehe
Selain 2 buku itu Patch 1.5 Pro Evolution Soccer 2011 sempat aku download, awal februari lalu untuk mengupdate transfer pemain di musim dingin di Eropa sana. Yah lumayan lah untuk refreshing.
Perpanjang KTP (eh... masa berlaku nya dink.. :D, KTP masih sama ukurannya ngga bertambah panjang) - Kiriman mochi untuk si Mpe yang habis oleh orang lain karena saat kiriman datang dia nya malah cuti - Berenang - Meminjam DVD dari Indarto (yang ingin disebut namanya) - dan Kerjaan semakin menumpuk karena pembagian yang hanya ke segelintir orang.
yah itulah kira-kira yang menggambarkan hari-hari ke belakang.. :D
sementara itu backsound komputer terputar lagu Padi yang satu ini :
Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
Dari tempatku bersandar seiring lantun kereta
Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna
Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Tak akan kulepaskan dekapku, karena
Kutahu pasti aku merindukanmu
Seumur hidupku selama-lamanya
Perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
Sekali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
Meretaskan setiaku, menafikan engkau disana
Maafkanlah aku, cepat ku kembali
Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Tak akan kulepaskan dekapku, karena
Kutahu pasti aku merindukanmu
Seumur hidupku
Kutautkan hatiku, kuikrarkan janji
Ku bawa pulang diriku hanya untukmu
Kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam
Rindu ini membakar hatiku, kuakan kembali pulang
Kuakan kembali pulang
Perjalanan Ini -Padi. mengingatkan aku akan kereta dan pulang :D lagu orang rantau...hahaha
yup, That's it.
tiap kali ingin mulai menulis di sini, seperti bingung sendiri, merasa bersalah karena tidak sesering blogger lain yang update.
akhirnya kata-kata yang keluar adalah,
lama ya ngga nge-blog... atau... maaf baru sempet nulis di blog ini ... dan kata-kata permintaan maaf lain... :D
tapi tak apalah.
ini adalah postingan pertama di tahun yang baru ini, sudah lama, terlalu lama bahkan, dan sudah banyak perubahan yang terjadi si sekitar kita, mulai dari suasana kantor baru, suasana hati baru, hingga suasana negara baru yang terus berubah.
Januari lalu aku sempat cuti dan menghabiskan waktu di rumah, bertemu keluarga dan seseorang yang berharga buat hidupku.
Membeli 2 buku baru yang seharusnya aku baca, Dwilogi Padang Bulan - nya Andrea Hirata dan Quantum Ikhlas - nya Erbe Sentanu. Seharunya buku pertama berfungsi meningkatkan minat bacaku dan menghibur hati yang kadang lelah dengan pekerjaan, dan buku kedua fungsinya sebagai self improvement , membangun diri, menjadi seseorang yang lebih baik.
Tapi mungkin keinginan itu belum terlaksana sampai sekarang, buku pertama baru kulitnya kumakan, buku kedua baru komentar-komentar di sampul buku, dan mendengarkan CD audio yang termasuk di dalamnya.
yup... mungkin setelah menuliskan itu semua di sini, akan terjadi perubahan, hehe
Selain 2 buku itu Patch 1.5 Pro Evolution Soccer 2011 sempat aku download, awal februari lalu untuk mengupdate transfer pemain di musim dingin di Eropa sana. Yah lumayan lah untuk refreshing.
Perpanjang KTP (eh... masa berlaku nya dink.. :D, KTP masih sama ukurannya ngga bertambah panjang) - Kiriman mochi untuk si Mpe yang habis oleh orang lain karena saat kiriman datang dia nya malah cuti - Berenang - Meminjam DVD dari Indarto (yang ingin disebut namanya) - dan Kerjaan semakin menumpuk karena pembagian yang hanya ke segelintir orang.
yah itulah kira-kira yang menggambarkan hari-hari ke belakang.. :D
sementara itu backsound komputer terputar lagu Padi yang satu ini :
Kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
Dari tempatku bersandar seiring lantun kereta
Membawaku melintasi tempat-tempat yang indah
Membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna
Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Tak akan kulepaskan dekapku, karena
Kutahu pasti aku merindukanmu
Seumur hidupku selama-lamanya
Perjalanan inipun kadang merampas bijak hatiku
Sekali waktupun mungkin menggoyahkan pundi cintaku
Meretaskan setiaku, menafikan engkau disana
Maafkanlah aku, cepat ku kembali
Kualunkan rinduku selepas aku kembali pulang
Tak akan kulepaskan dekapku, karena
Kutahu pasti aku merindukanmu
Seumur hidupku
Kutautkan hatiku, kuikrarkan janji
Ku bawa pulang diriku hanya untukmu
Kusanjungkan mimpi-mimpi hangati malam
Rindu ini membakar hatiku, kuakan kembali pulang
Kuakan kembali pulang
Perjalanan Ini -Padi. mengingatkan aku akan kereta dan pulang :D lagu orang rantau...hahaha
yup, That's it.
Thursday, December 23, 2010
New Theme
ya... its for refreshing my head from any problems that make me like a crazy maniac who need a doctor. (maklum sering denger Maniac -nya Girlicious )
I want a theme that comfort anyone when they read, a blog that just simple.
Classic. Yes it is.
but, it's fine.
problems...
yup.. kerjaan kantor yang ga pernah beres, selalu menyisakan sesuatu yang bisa jadi bom waktu yang meledak suatu waktu, that's fine, I accept that.
Pekerjaan yang tidak pada tempatnya, tugas rangkap, kadang mengganggu fokus dan akhirnya tak terselesaikan, mungkin memang harus begitu jalannya...
it's ok lah, setidaknya sampai akhir tahun, karena tahun depan semoga tidak ada masalah yang lain yang membuat aneh hidupku.
haha... aneh ya terlalu banyak mengeluh,
I drop it, and move on...
(doakan aku teman-teman, biar tetap bisa menulis, membaca, dan menyelesaikan masalah) hehe
menjadi dewasa kadang membingungkan tetapi itu harus dijalani, seandainya seperti peterpan yang tak pernah tua, hahaha, ngayal...
jalani saja zae...
Subscribe to:
Posts (Atom)





